Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengantarkan manusia pada sistem kehidupan modern yang sarat dengan teknologi sebagaimana kita alami saat ini.

Melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia akan dapat memanfaatkan sumber daya alam secara optimal untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Pada awal peradaban manusia hanya memanfaatkan sumber daya alam secara langsung tanpa banyak perbaikan, seperti memanfaatkan gua-gua batu sebagai tempat berteduh, daun-daun dijadikan pakaian, buah-buahan dan umbi-umbian sebagai makanan dan sebagainya. Kemudian manusia mulai mengembangkan berbagai teknologi dan metode dalam rangka pemanfaatan sumber daya alam secara lebih baik dan optimal.

The Accreditation Board of Engineering and Technolody menyatakan bahwa engineering (teknik) “adalah profesi dimana pengetahuaan tentang matematika dan ilmu pengetahuan alam yang diperoleh dengan studi, pengalaman, dan praktek dipergunakan dengan bijaksana dalam mengembangkan cara-cara untuk memanfaatkan secara ekonomis bahan-bahan dan kekuatan alam untuk kemanfaatan manusia.”

Melalui sentuhan-sentuhan ilmu dan teknologi yang lebih baik, manusia telah mampu merancang dan membangun rumah, gedung, masjid, sekolah, jalan, jembatan, bendungan, irigasi, pembangkit listrik, telepon, berbagai mesin dan peralatan produksi lainnya, mulai dari yang manual, mekanis, otomatis sampai dengan automatical control. Teknologi juga telah berhasil memperbaiki produktivitas lahan-lahan pertanian, mengembangkan berbagai varietas tanaman, peternakan, dan berbagai kelengkapan/asoseris kehidupan lainnya, di mana hampir tidak ditemukan lagi sisi-sisi kehidupan terkecil dari manusiayang tidak mendapat sentuhan teknologi.

Dewasa ini teknologi telah berkembang dengan pesat sehingga dalam praktiknya untuk mewujudkan suatu kebutuhan manusia akan dihadapkan dengan berbagai pilihan / alternarif. Alternatif tersebut bisa dalam bentuk desain, rencana, prosedur, metode, material, waktu, dan lainnya. Karena setiap pilihan alternatif akan berdampak langsung pada pemakaian sumber daya, di mana sumber daya itu sendiri semakin mahal dan sulit, maka seyogyanya pemilihan alternatif harus didasarkan pada prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas dari pemanfaran sumber daya itu sendiri.

Prinsip ini akan menjadi lebih penting lagi bila persoalannya berkaitan dengan penerapan kegitan keteknikan (engineeing), di mana pada umumnya kegiatan teknik akan melibatkan biaya awal (investasi) yang relatif besar dan berdampak langsung pula pada kebutuhan biaya operasional dan perawatan jangka panjangnya. Oleh karena itu, seyogyanya setiap rancangan teknik yang akan diterapkan perlu diuji dengan pertanyaan-pertanyaan kritis seperti berikut.

  • Mengapa memilih yang itu, dan mengapa tidak yang lain?
  • Mengapa melakukannya sekarang, bagaimana kalau lain waktu?
  • Mengapa melakukahnya dengan cara ini, mengapa tidak dengan cara lain?
  • dan sebagainya.

Pertanyaan pertama dapat diturunkan lagi menjadi perranyaan yang lebih spesifik, seperti: Haruskah kegiatan yang diusulkan itu dilaksanakan; Perlukah kegiatan yang ada diperluas, dikurangi atau ditinggalkan; Haruskah standar yang ada atau prosedur operasi diperbaiki?

Pertanyaan Mengapa melakukannya sekarang? dapat dilengkapi dengan pertanyaan: Haruskah dibangun dengan ukuran atau kapasitas itu sekarang atau perlu dibangun sesuai dengan perkembangan kabutuhan/permintaan; Apakah biaya mencukupi sekarang; Apakah tidak akan mengganggu kondisi bisnis yang lainnya jika dibangun sekarang; dan sebagainya.

Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan bagian dari keputusan-keputusan teknik yang tidak dapat diabaikan dalam rangka membuktikan bahwa desain,/rancangan yang dibuat merupakan rancangan yang baik dan menguntungkan untuk dilaksanakan/ direalisasikan. Konsep pikir ini akan lebih penting lagi jika desain teknik tersebut ditujukan pada kegiatan-kegiatan profit oriented (Perusahaan Bisnis) seperti perusahaan manufaktur, pertanian, manufaktur, real estate, dan sebagainya).

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan rersebur dibutuhkan suatu kriteria dan indikator penilaian yang repat dan relevan sehingga jawaban yang dihasilkan objektif dan rasional. Untuk pertanyaan yang bersifat teknis pada dasarnya perlu dijawab dengan kriteria dan indikator teknis melalui suatu evaluasi teknis, narnun pada akhirnya keputusan-kepurusan teknis dapat dikonversikan menjadi kriteria-kriteria ekonomis melalui indikator-indikator cashflow yang diakibatkan oleh aspek biaya dan manfaat yang terkandung dari setiap alternatifteknis yang diusulkan rersebur.

Dengan demikian, Ekonomi teknik pada dasarnya adalah suatu ilmu pengetahuan yang menjelaskan bagaimana metode menilai suatu desain teknis direncanakan juga layak ekonomis/menguntungkan untuk direalisasikan.

Beberapa daftar refersensi, yang saya dijadikan dalam kuliah ini antara lain:

1. Sullivan, Wicks, Luxhoj, “Engineering Economy”, 12th Edition, Pearson Education, Inc., 2003, New Jersey, USA

2. DeGarmo, Sullivan, Bontadelli, Wicks, ”Engineering Economy”, Tenth Edition, Prentice Hall, Inc., 1997, New Jersey, USA

3. Giatman, M. "Ekonomi teknik", RajaGrafindo Persada, 2006, Jakarta

 

Add comment


Security code
Refresh

Latest News

Most Read