1. Pengertian Biaya

Dalam membicarakan biaya sebenarnya diketahui ada dua istilah atau terminologi biaya yang perlu mendapat perhatian, yaitu sebagai berikut:

  1. Biaya (cost), yang dimaksud dengan biaya disini adalah semua pengorbanan yang dibutuhkan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang diukur dengan nilai uang.
  2. Pengeluaran (expence), yang dimaksud dengan expence ini biasanya yang berkaitan dengan sejumlah uang yang dikeluarkan atau dibayarkan dalam rangka mendapatkan sesuatu hasil yang diharapkan.

Dari kedua pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya (cost) mempunyai pengertian yang jauh lebih lengkap dan mendalam dari pengeluaran (expences), oleh karena itu, untuk pembicaraan selanjutnya, maka biaya yang dimaksud adalah pengertian biaya (cost) di atas.

  • Klasifikasi Biaya
  • Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Biaya-biaya tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan per satuan waktu (bulan, tahun, dll), yang tidak terpengaruh pada tingkat aktivitas. Misalnya: asuransi, gaji manajemen umum dan administratif, biaya lisensi, biaya bunga terhadap modal yang dipinjam, dll.

Tentu saja setiap jenis biaya dapat berubah, tetapi biaya-biaya tetap cenderung bertahan konstan terhadap batas-batas tertentu dari kondisi operasional. Jika terjadi perubahan besar pada penggunaan sumber daya, atau jika terjadi perluasan atau penutupan pabrik, maka biaya tetap akan terpengaruh.

Biaya-biaya variabel adalah biaya yang dihubungkan terhadap pengoperasian yang secara total berubah-ubah sesuai dengan banyaknya keluaran (output) atau ukuran-ukuran tingkat kegiatan yang lain. Sebagai contoh, biaya material dan biaya buruh yang digunakan dalam suatu produk atau jasa, karena biaya biaya ini secara total berubah-ubah sesuai dengan banyaknya unit-unit output – walaupun biaya per unit tetap sama.

  • Biaya berulang dan Biaya tidak berulang

Biaya berulang (recurring cost) adalah biaya-biaya yang bersifat repetitif dan terjadi ketika organisasi menghasilkan barang atau jasa yang sama dengan dasar yang kontinu. Biaya variabel adalah juga biaya berulang, karena biaya tersebut berulang terhadap tiap satuan output. Akan tetapi biaya berulang tidak hanya terbatas pada biaya variable saja. Biaya tetap yang dibayarkan dengan dasar berulang adalah biaya berulang. Sebagai contoh, pada sebuah organisasi yang menyediakan jasa arsitektur dan teknik, sewa ruang kantor sebagai biaya tetap adalah juga biaya berulang.

Biaya tidak berulang adalah biaya biaya yang tidak bersifat ulangan, walaupun pengeluaran total dapat kumulatif terhadap periode waktu yang relatif pendek. Secara tipikal, biaya biaya tidak berulang meliputi pengembangan kemampuan atau kapasitas kerja. Sebagai contoh, biaya pembelian real estate dimana sebuah pabrik akan dibangun merupakan biaya tidak berulang , yaitu sebagai biaya membangun pabrik itu sendiri.

  • Biaya langsung, tidak langsung, dan Overhead

Biaya biaya langsung (direct cost) adalah bermacam-macam biaya yang dapat diukur dan dialokasikan terhadap output atau aktivitas kerja tertentu. Biaya tenaga kerja dan bahan yang dihubungkan secara langsung dengan produk, jasa, atau aktivitas konstruksi adalah biaya langsung.

Biaya biaya tidak langsung (indirect cost) adalah bermacam macam biaya yang sulit untuk dimasukkan atau dialokasikan terhadap output atau aktivitas kerja tertentu, contoh ,biaya peralatan umum, alat tulis kantor, dan perawatan peralatan dalam pabrik diperlakukan sebagai biaya tidak langsung.

Overhead terdiri dari biaya pengoperasian yang bukan merupakan biaya tenaga kerja langsung ataupun material langsung. Contoh, biaya listrik, perbaikan umum, pajak kepemilikan, supervisi.

  • Biaya Standar

Biaya standar adalah biaya biaya representatif per satuan output yang ditetapkan sebelum produksi atau penyampaian jasa sebenarnya. Biaya tersebut dikembangkan dari waktu tenaga kerja langsung, bahan dan fungsi pendukung (dengan ongkos yang ditetapkan tiap satuan) yang direncanakan untuk proses produksi dan penawaran harga.

Biaya standar mempunyai peranan penting dalam pengaturan biaya sebagai berikut:

  • Perkiraan biaya manufaktur atau penyampaian jasa di masa depan.
    • Pengukuran kinerja operasional dengan membandingkan biaya aktual per unit terhadap biaya standar per unit.
    • Persiapan penawaran produk atau jasa yang diminta pelanggan.
    • Penetapan nilai persediaan barang dalam proses (work in process) dan persediaan barang jadi.
  • Biaya Hangus (Sunk Cost)

Biaya hangus adalah biaya yang terjadi di masa lalu dan tidak relevan untuk dipertimbangkan dalam memperkirakan biaya dan pendapatan di masa depan. Biaya hangus lazim di setiap alternatif, dan bukan bagian dari arus kas di masa depan sehingga dapat diabaikan dalam analisis ekonomi teknik.

Konsep biaya hangus dilukiskan dengan contoh sederhana berikut. Misalkan si Robert mendapatkan speda motor yang disukainya kemudian ia membayar $40 sebagai uang muka, yang akan diperhitungkan terhadap harga pembelian sebesar $1300, tetapi uang muka tersebut akan hilang jika ia membatalkan rencana pembeliannya. Setelah satu minggu Robert mendapatkan speda otor yang sama di tempat lain dengan harga pembeliaan $1230. Untuk memutuskan kendaraan mana yang akan dibeli, maka $40 uang muka adalah biaya hangus, akibatnya tidak masuk dalam pertimbangan keputusan. Keputusan yang harus diambil kemudian adalah antara pembayran $1260 untuk speda motor pertama dibandingkan dengan $1230 untuk speda motor kedua.

  • Biaya kesempatan (opportunity cost)

Biaya kesempatan terjadi akibat penggunaan sumber-sumber daya yang terbatas,

seperti hilangnya kesempatan untuk mempergunakan sumber-sumber daya itu dalam mendapatkan keuntungan keuangan dengan cara lain. Jadi biaya ini adlah biaya kesempatan terbaik yang ditolak (artinya hilang) dan seringkali tersembunyi atau tersirat.

Misalkan seoarng mahasiswa mampu menghasilkan $20000 dengan bekerja selama satu tahun akan tetapi ia memilih melanjutkan sekolah selama satu tahun tersebut dan mengeluarkan biaya $5000 untuk membiayai sekolah tersebut. Jadi biaya kesempatan melanjutkan sekolah pada tahun tersebut adalah $25000. ($5000 berupa ung yang dibayarkan dan $20000 berupa peluang pendapatan yang tidak diambil).

  • Biaya siklus hidup (life cycle cost)

Dalam praktek teknik istilah biaya siklus hidup ini sering ditemukan. Istilah ini merujuk pada penjumlahan semua biaya-biaya, baik yang berulang maupun yang tidak berulang, sehubungan dengan produk, struktur, sistem, atau jasa selama jangka waktu hidupnya.

Siklus hidup dapat dibagi menjadi dua periode waktu yang umum: fase akuisisi dan fase operasi. Fase akuisisi dimulai dengan suatu analisis kebutuhan atau keinginan ekonomis, perancangan dan perencanaan terinci untuk produksi atau konstruksi. Pada fase operasi, terjadi produksi, distribusi, dan terminasi. Jadi salah satu kegunaan konsep siklus hidup adalah untuk mengeksplisitkan efek-efek biaya yang saling berhubungan sepanjang rentang hidup suatu produk. Elemen-elemen biaya dari siklus hidup yang perlu dipertimbangkan akan berbeda-beda tergantung pada keadaan. Beberapa kategori biaya siklus hidup dasar adalah: biaya reset dan pengembangan, biaya produksi dan konstruksi, biaya operasi dan perawatan (operation and maintenance cost), biaya penghentian dan pembuangan (disposal cost).

  • Biaya dan Volume

Menurut Sullivan (2011) biaya tetap bersifat konstan selama proyek berlangsung, sedangkan biaya variable dapat berubah ubah sesuai dengan volume yang dihasilkan, hubungan kedua biaya tersebut dapat dilihat pada rumus dibawah:

CT = CF + CV

Dimana

CT = Biaya Total

CF = Biaya Tetap

CV =  Biaya Variabel

CV = Cv x D

Dimana

Cv = Biaya Variabel per unit

D = permintaan

Biaya tetap (CF) selalu diperlihatkan dalam bentuk garis horizontal dalam grafik selama proyek berlangsung, sedangkan biaya variable selalu berubah sesuai kegiatan dalam proyek, hubungannya dapat dilihat pada grafik:

Add comment


Security code
Refresh

Latest News

Most Read